Post Holiday Syndrome
Percaya
gak sih kalau liburan ada penyakitnya?
Aneh
kan ya? Tapi memang beneran ada loh..
Cerita
sedikit dulu deh..
Biasanya,
gue tuh pengen cepet-cepet pulang sekolah di hari Jum’at. Kenapa? Karena gue
gak sabar mau liburan hari Sabtu dan Minggu. Ya walaupun Cuma 2 hari dan diem
aja di rumah, setidaknya gue bisa terbebas dari tugas sekolah.
Lalu
menginjak hari Minggu sore, gue udah bete gitu. Seolah-olah gak rela liburan
gue akan berakhir. Gak rela kalo besoknya udah bertatapan lagi dengan tugas dan
lingkungan sekolah. Mulut ini berkata I hate Monday. Huhuhu
Cerita
diatas menjadi alasan gue kenapa bikin blog tentang “Post Holiday Syndrome/Depression”
Apa
sih Post holiday syndrome?
Ini adalah
suatu masalah psikologis yang bila dibiarkan berlarut-larut bisa bermasalah
pada kejiwaan. Yang tadi gue cerita, jadi gampangannya Post Holiday Syndrome
itu gak bisa moveon dari liburan.
Oh ya,
holiday syndrome ini gak Cuma ada di liburan panjang aja loh, ternyata ini juga
bisa terjadi pada liburan yang cuma 2 hari aja loh. Iya seperti cerita diatas itu hehe.
Syndrome
sendiri berarti kumpulan gejala, gejala-gejalanya apa aja sih
1. Sedih berlebihan
2. Perubahan nafsu makan
3. Perubahan pola tidur
4. Sulit fokus
5. Kurang konsentrasi
6. Merasa masa depan suram
1. Sedih berlebihan
2. Perubahan nafsu makan
3. Perubahan pola tidur
4. Sulit fokus
5. Kurang konsentrasi
6. Merasa masa depan suram
Gejala-gejala
tersebut konsisten dengan tanda-tanda depresi, Post Holiday Depression. Menurut
Pedoman Penggolongan Diagnostik Gangguan Jiwa (PPDGJ) ada trias depresi
(menetap >2 minggu
1. Anhedonia, adalah sulit atau bahkan tidakbisa merasa kesenangan
1. Anhedonia, adalah sulit atau bahkan tidakbisa merasa kesenangan
2 2. Anergia,
dimana tubuh menjadi kehilangan energi
3 3. Afek
depresif yaitu perasaan hampa, sedih atau tidak percaya diri
Gejala
tersebut juga diikuti dengan gejala lain, yaitu:
1. Konsentrasi
dan perhatian berkurang
2. Hilang
percaya diri
3. Nafsu
makan terganggu
4 4. Tidur
malam terganggu
5 5. Rasa
bersalah atau tidak berguna
6 6. Pandangan
akan masa depan suram
7 7. Berpikir
untuk bunuh diri
Kenapa
sih kok bisa terjadi Post Holiday Syndrome?
Post
holiday syndrome sama saja dengan ketergantungan terhadap hal yang
menyenangkan. Dimana-mana hal yang menyenangkan itu pasti membuat diri kita
ketagihan. Benar?
Nah,
kondisi yang menyenangkan itu yang membuat endorfin pada tubuh kita mengalir
dan itu bikin kita ketagihan. Sama saja seperti orang yang baru putus cinta,
pacar ini diartikan sebagai sumber endorfin pasti kalian happy kalau ketemu dia,
jalan bareng dia pokonya melakukan hal menyenangkan bersama dia. Lalu tiba-tiba
putus nih, ilang dan otomatis kalian juga sedih, pengen ketemu juga gak bisa. Nah
ini tuh sama aja, seperti kalian yang menginginkan liburan itu kembali tapi
liburan itu sudah berakhir.
Terus
gimana cara menghadapi holiday syndrome ini?
1. Beri
waktu untuk adaptasi.
Beri waktu satu atau dua hari untuk kembali beradaptasi dengan
lingkungan awal dan atmosfernya.
2. Relax,
Enjoy
Jangan terpaku dengan beban, nikmati aja seolah-olah tidak punya
beban
3. Cari
kesibukan lain
Kalian bisa melakukan kesibukan dengan melakukan hal-hal yang
menyenangkan juga.
4. Olahraga
Nah ini juga penting nih, menurut penelitian olahraga bisa
menurunkan tingkat stress loh.
5. Bersosialisasi
dengan teman
Dengan kalian ngobrol-ngobrol sama teman, bercengkrama itu bisa
mengobati diri kalian dari holiday syndrome loh
6. Tidur
yang cukup
Ini juga gak kalah penting, kalian harus tidur cukup supaya badan
dan fikiran kalian menjadi sehat dan segar
7. Temukan
kembali tujuan hidup
Yap! Disini kalian kembali berpikir, apa tujuan kamu sekolah,
supaya apa kamu sekolah
Yang terakhirrrr
8. PLAN
FOR THE NEXT HOLIDAY!!
Baru deh kalian merencanakan liburan kalian selanjutnya kemana. Jangan
khawatir, liburan itu pasti ada kok.
Intinya, kalian harus melakukan hal yang membuat diri kalian
senang selama itu adalah hal-hal yang positif.
Cek disini: https://youtu.be/lgiGP_Vzqyc
Komentar
Posting Komentar