Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2018

Bukan Milikku

Kudengar alunan burung berkicau.  Pikiranku pergi terbang meracau.  Terbit fajar, matahari tenggelam.  Pergi mengantar sampai malam. Berjuta kata terucap di bibirnya.  Tak sekalipun, ku lepas pandangannya.  Walaupun tindakanmu menunjukkan asih. Namun dirimu bukan milikku kasih. 

Tenggelam Dalam Kalbu

Pada hakikatnya, manusia diciptakan berpasangan.  Mengerti, menyayangi dan mencintai.  Ada satu kata yang selalu menjadi problematika kalbu.  Mencintai.  Kita seolah-olah lupa dengan semua.  Setelah merasakan apa itu mencintai.  Dan disitu kitapun lupa.  Memikirkannya yang belum tentu memikirkan kita.  Mencintainya yang belum tentu mencintai kita.  Dan timbul perasaan yang berlebih.  Pernahkah hal itu terbesit di benak kita?  Memang itu, Ujian terberat kalbu.  Jangan mudah tenggelam kepada seseorang. 

”Nenek Moyangku Orang Pelaut” Bukan Semboyan Kosong

Pelaut nusantara sudah melakukan perdagangan global sejak Alaf Pertama Tarikh Umum. Dengan kapal sederhana mereka menyebrangi samudera membawa rempah-rempah sampai Asia Barat, Madagaskar. Bahkan pesisir timur Afrika. “Perahu-perahu itu tidak digerakkan oleh layar, tetapi oleh semangat dan keberanian” ujar kag Plinius, Sejarawan Romawi. Pelayaran-pelayaran ini juga disebut dalam sumber kuno seperti Kotab Yunani Petunjuk Pelaut ke Lautan Erythrea (Samudra Hindia).  Perniagaan Nusantara yang maju pesat menumbuhkan sentra-sentra pembuatan kapal tradisional yang tersebar dari barat sampai ke timur. Model kapal yang dibuat berjumlah ratusan dengan keistimewaan masing-masing. Sayangnya, perniagaan nusantara surut setelah masa kolonialisme.