Aku mau cerita. Aku gak tau kenapa orang-orang selalu mengira aku bahagia terus. Atau mungkin karena aku selalu menceritakan sesuatu yang senang terus? Tapi kenyataannya, aku gak selalu bahagia kok. Aku juga bisa sedih. Dan aku bingung kalau aku sedang berada di titik terendahku, aku harus bercerita pada siapa. Seringkali aku menangis jika aku benar-benar sudah tidak sanggup lagi. Itupun nangis diam-diam. Didalam kamar, membenamkan wajahku kedalam bantal sedalam-dalamnya. Supaya tidak terdengar oleh orang lain. Payah sekali bukan. Sekalinya aku bercerita ke orang terdekat, tanggapannya seperti ini: “Lo masih mending kayak gitu, lah gue bla bla bla…” “Baru kayak gitu aja udah nangis, nih gue ya blab la bla..” Bukan kalimat itu yang aku inginkan. Kenapa kebanyakan malah membandingkan keadaan mereka dengan keadaanku? Mungkin maksudnya masih ada permasalahan yang lebih rumit dari masalahku. Tapi apa iya harus dibandingkan seperti itu? Padahal kata-kata ters...