Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2019

Soal Hati

Terlampau lama ku bergelut soal hati. Yang ku tak tau kemana hati ini akan berlabuh.  Akankah ku biarkan rasa ini pergi? Namun kenyataannya perasaan ini kian tumbuh. Sampai kapan ku biarkan rasa ini tumbuh? Padamu, yang tak tau sebenarnya aku.  Sepatah kata yang keluar dari mulutmu adalah jawaban.  Entah itu menyenangkan, atau menyedihkan.

Sebuah Pengingat

Sakit gak melulu soal badan dan fikiran.  Bisa jadi, perasaan dalam diri yang membuat hati sakit dan tumbuh rasa benci.  Beri waktu untuk kamu dan diri kamu sebentar saja.  Resapi, biarkan beristirahat.  Biar diri kamu tau, apa yang semestinya di pikirkan dan apa yang harusnya di tinggalkan. 

Kata Kamu

“Insya Allah kalo masih disini”  Sejak kalimat tersebut terucap dari mulutmu Secuil perasaan sedih menghantam hati ini Dengan tenangnya kamu mengatakan demikian Tapi bagai ribuan pedang menusuk relung hati ini perlahan-lahan Kenapa? Tak bisa kah kamu sedikit mengerti perasaanku? Yang baru  mengenalmu sebentar  Langsung merasakan kenyamanan itu  Jangan tinggalkan aku.. Karena muara cinta itu telah hadir  Untuk di singgahi olehmu Kumohon,  Jangan tinggalkan aku  151119

Saturasi

Lagi-lagi kamu membuatku jatuh cinta. Ditengah rintikkan air langit membasahi bumi manusia. Mengundang tawa, mengusir lara. Membawa cerita, terbawa suasana. Malam yang ku kira akan hampa. Menjadi malam yang bercahaya. Walau saat itu langit tak bersuka. Tak apa, aku bahagia. Malam itu, kali pertamaku menghabiskan waktu bersamamu. Bertatap muka, bercengkrama   di saksikan rembulan. Jantungku berdegup tak karuan. Berusaha tenang, walau kenyataannya aku tidak bisa. Ah dasar berlebihan! Dan yang menyebalkan, kamu berhasil mengunci tatapanku. Membuatku terus memandang wajahmu, tanpa beralih.

Hujan

Tik rintik rintik  Kadang malu-malu Kadang pula datang dengan derasnya  Menetes manis membasahi bumi  Aku menyukaimu  Walapun terkadang Kedatanganmu menggambarkan kesedihan hati  Hati yang hancur, ditambah derasnya air turun dari langit  Seolah-olah kau tau apa yang sedang dirasakan  Tapi ku yakin Tak selamanya kau menggambarkan kesedihan Aku percaya itu Ketika dua insan terjebak dalam derasnya air langit  Dengan perasaan yang tak karuan  Gejolak di dada, riang, dan penuh canda tawa Terimakasih, hujan.. Depok, 17 Oktober 2019

Tentang Saya

Nama saya Najuari Syawalia. Teman-teman saya biasa memanggil Najwa, Jwa, atau Wawa. Saya lahir di Tangerang, 8 Januari 2002. Saya anak ke dua dari tiga bersaudara. Kakak saya bernama Septiani Vidia, berusia 32 tahun dan adik saya bernama Afif Fadhillah berusia 15 tahun. Saya lahir dari keluarga yang sederhana, kehidupan kami terbilang cukup walaupun rumah yang ditempati keluarga masih milik kakek saya. Pendidikan saya dimulai dari TK Al Ikhlas   yang lokasi nya tidak jauh dari rumah saya, dulu ketika saya berangkat sekolah saya tidak pernah diantar oleh mama atau ayah saya. Mama hanya menitipkan saya kepada tetangga saya yang juga anaknya satu kelas dengan saya. Kemudian menginjak ke jenjang berikutnya, saya bersekolah di SDN Cilenggang 3. Saya masih ingat, ketika hari pertama ke sekolah diantar oleh mama tapi ketika hari pertama sekolah telah usai, mama saya sudah terlebih dulu pulang karena ada sesuatu. Akhirnya, saya pulang bersama tetangga saya lagi. Lucu sekali. 6 ta...