Hujan

Tak berkabar tak berjumpa.

Sekalipun  berjumpa, tak bersua.

Biarlah, kupikir ia memang enggan menyapaku.

Saat kami berjumpa. 


Seketika merasa janggal.

Tidak ada dari kami yang bertukar kabar. 

Bahkan di hari besar sekalipun.

Tak ada sama sekali, “Bagaimana kabarmu?”


Tak di pungkiri, ada sedikit rasa kehilangan.

Kehilangan arah, sedih berlebihan, bahkan tidak ada semangat untuk hidup. 

Memang terlalu berlebihan,

Padahal belum menjadi separuh hidupku.


Semesta ikut mengerti apa yang kurasakan.

Ketika aku sedih, langitpun menjadi gelap.

Ketika aku menangis, langit pun ikut menangis.

Seolah sangat mengerti perasaan si makhluk kecil ini. 


Jika aku diizinkan bicara pada hujan.

Izinkan aku untuk mengatakan sesuatu.

Untuk disampaikan pada dirinya.

Hujan, tolong sampaikan rinduku padanya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Bahram Al-Majusi Yang Mendapat Ridho Allah Karena Shodaqoh

Berkelukur

Berbeda