Gunung Pancar || Bogor
Kali
ini rencana aku dan teman-temanku bukan sekedar wacana. Kami sudah merundingkan
akan kemana liburan kita sekarang. Salahsatu tmpat yang diinginkan dari mereka
adalah tempat dimana kita bisa menyatu dengan alam. Setelah disepakati oleh
kami, kami akan berangkat ke Gunung Pancar.
Kamis
28 Juni 2018 perjalananpun dimulai.
Teman-temanku
menelponku untuk membangunkan tidurku. Biasanya, aku bangun tidur tidak ikhlas
jika dibangunkan atau ditelpon. Namun kali ini berbeda, aku langsung bangun dan
mandi pagi.
Ada
3 orang temanku yang sudah menunggu aku dan Erni sampai di stasiun Rawa Buntu.
Mereka adalah Dhani, Jul dan Okta. Sedangkan temanku yang lainnya sudah tiba di
stasiun Tanah Abang. Aku dan Erni merasa bersalah karena membuat ketiga teman
kami menunggu kami.
Karena
hari itu adalah hari kerja, kami masuk kedalam kereta berdempetan karena
berangkat bersamaan dengan orang-orang yang berangkat bekerja. Akhirnya kamipun
sampai di Stasiun Tanah Abang. Sesampainya disana, sudah ada teman kami yaitu
Yusriel, Burhan, Mut, Mesti, dan Firda. Tapi tunggu, kemana Yopi? Temanku
berkata bahwa ia tertinggal kereta. 5 menit kemudian datanglah si Yopi. Tunggu,
kemana Haikal? Oh, kata temanku Haikal sudah berada di perjalanan menuju Bogor.
Ia akan menemukan teman kami yang orang Bogor yaitu Zaki. Zaki juga akan ikut
dalam perjalanan panjang ini.
Kereta
menuju Bogor tidak ada. Alhasil kami naik kereta menuju Depok dan transit
menuju Bogor. Alhamdulillah kami tiba di Bogor pada pukul sembilan lewat tiga
puluh menit. Ketika sudah sampai di Bogor, kami menemui Haikal dan Zaki yang
sudah di Bogor.
Bisa
dikatakan kalau kami adalah pejalan nekad. Kenapa dikatakan seperti itu?
Bayangkan saja, jarak tempuh dari stasiun Bogor menuju Gunung Pancar itu
lumayan jauh kami bertiga belas dan tidak mungkin jika menempuh perjalanan
kesana dengan taksi online. Akhirnya dengan kesepakatan kami semua, kami
menyewa satu angkot untuk sampai di tempat tersebut.
Apa
perlu aku sebutkan siapa saja member tiga belas itu? Baiklah, akan ku sebutkan
satu persatu. Oh ya, sebagian dari teman-temanku ada yang melanjutkan sekolah
di pondok dan ada juga yang bersekolah diluar seperti aku. Aku akan menyebutkan
teman-temanku yang bersekolah diluar. Ada aku, Erni, Mut, Burhan, Okta, Yopi
dan Dhani. Dan sisanya teman-temanku yang melanjutkan di pondok yaitu Haikal,
Jul, Mesti, Firda, Yusriel dan Zaki. Aku sendiri kurang suka jika keadaan sunyi
saja. Karena aku memiliki selera humor yang tinggi, aku sangat suka jika
tertawa lepas. Eh tunggu, bukan Cuma aku saja yang punya selera humor tinggi
tapi Mut juga. Alhasil karena Mut lah aku tertawa lepas di angkot tersebut.
Kalian tau apa yang di tertawakan? Hanya karena aku dan Mut mempraktekkan iklan
yang ada di Tv. Bisa di bayangkan, ternyata bahagia itu sederhana.
Akhirnya
kami sampai di Gunung Pancar. Hal yang pertama dilakukan kami adalah duduk di
warung dan memesan makanan. Sambil menunggu pesanan kami sampai, kami berfoto
ria menggunakan kamera milik Yusriel. Ada yang sengaja turun menikmati
pemandangan di bawah sana. Akhirnya makanan yang dipesan kamipun sampai. Tak ada yang bicara saat makan berlangsung, semua fokus dengan makanannya masing-masing. Selesai makan, kami pergi ke mushola yang tidak jauh dari warung tersebut. Barang-barang kami tinggal dimeja karena ada beberapa teman kami yang berhalangan sholat.
Kami melanjutkan dengan berfoto-foto di sekitar pohon pinus. Oh ya, disini juga ada beberapa spot foto yang disediakan oleh pihak disana dan kita harus membayar 20 ribu rupiah tanpa batas waktu yang ditentukan. Menurutku dengan foto-foto di pohon pinus saja sudah bagus, jadi aku dan teman-teman memutuskan untuk foto dipohon pinus saja dan tidak berfoto di spot foto yang disediakan oleh pengelola.
Selanjutnya kami berniat untuk ke pemandian air panas yang tempatnya masih jauh dari tempat kami berfoto. Kami berjalan dengan santai, walapun jalannya menanjak tapi kami tetap menikmati perjalanan itu. Tak asing lagi jika salahsatu teman kami mengeluarkan kamera dan kami meminta untuk difoto.
Perjalanan kami menuju pemandian air panas kami gagalkan, karena jarak yang ditempuh masih 250 meter lagi dan waktu sudah hampir sore. Akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke bawah dan berfoto lagi. Foto-foto kami sangat banyak karena hasil jepretan teman kami yaitu Yusriel dan Dhani.
Batu yang sama, orang yang berbeda.
(Burhan, Jul, Haikal)
Baiklah, aku tidak akan memasukkan foto-fotonya lagi karena fotonya banyak sekali. Aku sendiri bingung, mau masukin yang mana. Next!
Kami pulang tepat ketika Adzan Ashar, kami istirahat cukup lama di rumah Zaki untuk sholat, dan makan. Dirumah Zaki kami makan bersama karena ibunya Zaki masak spesial untuk kami. Maklumlah, namanya anak nekad seperti kami sangat senang jika diberi jamuan makanan enak seperti ini.
Kami pamit kepada kedua orangtuanya setelah melaksanakan sholat maghrib. Kami pamit juga kepada Zaki dan kembali ke Stasiun Bogor dengan naik angkot.
Hari itu, hari merupakan Perjalanan panjang menurutku, aku senang sekali bisa bertemu dengan mereka. Karena jarang sekali kami bertemu dan main sampai selama ini dari pagi sampai malam. Semoga saja kami bisa kembali berkumpul dan main lagi lain waktu.
Salam Pancar!
Oh ya, aku masukin lagi deh fotonya hehehe :)
Sedikit tulisan, banyak gambarnya.
Terima kasih!
Berteman dengan kami ya di instagram!
Najwa @najwasyawaliaa
Erni @erniylnt36
Mut @maulidamuth
Firda @firdaadinda
Burhan @burhanibrahim_
Yopi @fernandoyopi
Jul@firmanjulyan19
Dhani @subarkahramadhani
Mesti @ilanmesti
Yusril @yusriel_anthony
Zaki @muhamadzakifadlylah
Okta @okta_1012













Wkwkwkwkwk kalo baca ini jadi kayak nostalgia di negeri dongengππ
BalasHapusmantap kalee
BalasHapusD tunggu nih cerita selanjutnya goes to javan.. Aamiin
BalasHapusTerharu aing wkwk.... Liburan yg akan datang ditunggu ya
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNajwa anis suka deh ama critaanya ya
BalasHapusSodara gua nih anjayy ππ
BalasHapusSodara gua nih anjayy ππ
BalasHapusSodara gua nih anjayy ππ
BalasHapusAjak ajak lahh kaau liburan wkwkw
BalasHapussukak ya saya, nostalgia lagi ae gua
BalasHapus